Header Ads

Pengumuman
recent

Sebelum ikut tes TOEFL, kenali dulu yuks apa itu TOEFL?





Bagi anak-anak remaja yang masih duduk di bangku sekolah atau kuliah, pasti sering sekali mendengar pembahasan tentang tes TOEFL, ya kan? Tapi juga tidak sedikit para pelajar yang tahu tentang TOEFL. Umumnya mereka hanya mengetahui tes TOEFL secara umum yaitu tes kemampuan bahasa inggris. Minimnya pengetahuan tentang TOEFL bisa saja dikarenakan kurangnya sosialisasi dari pihak sekolah mengenai manfaat dan pengetahuan tentang TOEFL itu sendiri.

Memang TOEFL tidak diperkenalkan secara umum di kalangan pelajar, karena tidak semua sekolah ataupun instansi lain melaksanakan tes TOEFL tersebut. Namun belakangan ini, sudah semakin banyak perusahaan-perusahaan atau badan usaha yang mewajibkan perekrutan melalui proses TOEFL atau minimal melampirkan nilai TOEFL yang pernah diikuti.

Baiklah, disini mari kita coba membahas tentang apa itu TOEFL? Penasaran kan? Yuk, kita mulai bahas tentang singkatan dari TOEFL itu sendiri.

TOEFL memiliki singkatan dari Test Of English Foreign Language. Dimana sesuai dengan namanya tes tersebut dikhususkan untuk Foreigner atau orang asing yang sedang belajar bahasa inggris. Tujuannya adalah untuk mengetahui kemampuan bahasa inggris yang telah dipelajarinya selama ini. Penilaian pun diberikan dalam bentuk angka yang telah di konversi.

Pelaksanaan tes ini pun juga diperuntukkan bagi seseorang yang sudah memiliki Level Advance atau Tingkat Mahir. Tingkat kesulitan soal pun tergantung pada pihak penyelenggara tes TOEFL. Tapi jangan khawatir bagi kalian yang masih belum berada di tingkat mahir, ada banyak kok, tips-tips maupun strategi jitu untuk menyelesaikan semua soal yang ada dalam tes TOEFL tersebut, intinya adalah selama kalian percaya diri dalam menjawab soal dan sudah berusaha semaksimal mungkin, pasti hasilnya akan memuaskan. Kalau pun gagal ataupun masih jauh dari score yang ingin diharapkan, minimal kalian sudah tahu apa yang harus dilakukan pada saat tes TOEFL berikutnya.

Just FYI, ada beberapa jenis TOEFL saat ini, yaitu PBT atau Paper Based Test; CBT atau Computer Based Test dan iBT atau Internet Based Test. Dari ketiga jenis tersebut pada umumnya memiliki kesamaan, hanya saja fasilitas yang digunakan saja yang berbeda dimana untuk jenis PBT masih menggunakan metode standar yaitu menggunakan kertas jawaban untuk menjawab semua soal tes TOEFL. Jenis PBT ini saat ini masih sering digunakan, mengingat fasilitas yang dibutuhkan belum memadai untuk jenis tes TOEFL lainnya. Namun di kota-kota besar seperti di Jakarta atau instansi-instansi besar berskala internasional hampir seluruhnya sudah menggunakan jenis CBT atau bahkan sudah menggunakan jenis iBT untuk melaksanakan tes kemampuan bahasa inggris ini.

Untuk soal tes TOEFL itu sendiri ada 3 model yaitu: Listening Comprehension, dimana para peserta tes TOEFL diberikan waktu yang telah ditentukan untuk mendengarkan sekaligus menjawab soal-soal yang telah mereka dengar; kemudian ada Structure and Written Expression, pada poin tersebut terdapat 2 (dua) bagian yaitu part A dan part B yang kedua-duanya menguji tentang seberapa baik pola atau struktur kalimat yang dikuasai dan yang terakhir adalah Reading Comprehension, poin ini membahas tentang pemahaman kalian dalam suatu teks bacaan, yang harus kalian lakukan adalah menjawab seluruh pertanyaan sesuai dengan teks bacaan yang telah ditentukan.
Ketiga model tersebut sangat umum digunakan pada saat tes TOEFL, khususnya untuk jenis PBT, sedangkan untuk CBT atau iBT biasanya ditambahkan Writing dan Speaking Test

Untuk waktu yang dibutuhkan dalam menjawab seluruh soal adalah ±110 menit atau kurang lebih hampir 2 jam dengan pembagian durasi sebagai berikut: (1) Listening Comprehension ± 30 menit; (2) Structure and Written Expression 25 menit dan (3) Reading Comprehension 55 menit.

Itulah sedikit pengenalan tentang tes TOEFL, semoga bermanfaat dalam mengenal tes kemampuan bahasa inggris ini. Semoga berhasil!

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.